ini merupakan buku kedua yang saya baca (dalam bentuk ebook) setelah saya dinyatakan lulus ujian skripsi wkwkwk

berikut sedikit informasi mengenai buku ini :
Judul Buku : Dosa Malaikat (Salvation Of a Saint)
Penulis : Keigo Higashino
Diterjemahkan oleh : Faira Ammadea
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN Digital : 9786020650388
352 hlm; 20 cm
saya tidak cantumkan blurb atau summary dari buku karena yaaaaah, saya males ngetiknya wkwkw
Buku ini menceritakan tentang kasus meninggalnya Mashiba Yoshitaka – seorang pengusaha – yang bisa dibilang mendadak pada saat sedang ditinggalkan oleh istrinya – Mashiba Ayane – bersama dengan secangkir kopi yang ditemukan disebelah mayatnya oleh asisten atau murid kesayangan sang istri – Wakayama Hiromi – dimana ternyata didalam kopi tersebut ditemukan kandungan asam arsenit alias racun yang dikonfirmasi menjadi penyebab kematian Mashiba Yoshitaka . Kasus ini ditangani oleh dua detektif yaitu detektif Kusanagi dan detektif Utsumi.
Pada bab-bab awal buku ini, sebenarnya saya sudah menebak siapa dalang pelaku pembunuhan tersebut, hanya saja saya sangat penasaran dengan bagaimana sebenarnya trik pembunuhan tersebut dilakukan. dimana karena penasaran tentang triknya, membuat saya sanggup merampungkan membaca buku ini.
Penyelidikan yang dilakukan oleh detektif Kusanagi dan Utsumi pada mulanya dilakukan secara bersama, sampai kedua detektif ini memiliki pendapat berbeda mengenai siapa sebenarnya pelaku pembunuhan ini. Utsumi yang yakin bahwa pelakukanya merupakan istri korban dan Kusanagi yang mencoba mematahkan analisis Utsumi dengan mengajukan satu hipotesis baru bahwa pelaku merupakan orang lain yang eksistensinya disembunyikan oleh Mashiba Yoshitaka dari orang lain.
Penyelidikan kedua detektif tersebut mulanya menemukan jalan buntu, sampai pada Utsumi meminta bantuan Profesor Yukawa, si Ilmuwan eksentrik dari Universitas Teito. Dari analisis yang menurutku sangat brilian ini lah akhirnya mulai tergambar bagaimana kira-kira racun asam arsenik itu sampai bisa masuk kedalam kopi yang dibuat dan diminum oleh Mashiba Yoshitaka. Meskipun si Profesor dapat memberikan analisis mengenai bagaimana racun itu dimasukkan, mulanya kedua Detektif dan si Profesor tidak bisa memberikan bukti yang dapat digunakan untuk menyeret pelaku ke penjara, namun berkat keajaiban yang bahkan sebelumnya mungkin tidak terpikir oleh Kusanagi dapat membantu penyelidikan, trik kejahatan tersebut dapat dibuktikan.
Berikut adalah karakter dalam novel ini yang paling saya benci :
- Mashiba Yoshitaka, alasannya karena meskipun dia ini korban pembunuhan tapi sebenarnya dia ini adalah iblis yang sebenarnya. Gara-gara pendapatnya tentang bagimana sosok istri menurutnya, saya jadi merasa bahwa dia ini pantas untuk diracun *imsorry*.
begini pendapatnya tentang istri yang dikemukakan oleh teman dan rekan kerja doi.
“Mashiba sama sekali tidak menghargai kelebihannya. Baginya, perempuan yang tidak bisa mengandung sama saja dengan pajangan yang mengganggu, bahkan dengan hanya duduk di sofa.” - Wakayama Hiromi, alasannya karena dia adalah selingkuhan Yoshitaka. Padahal dia merupakan asisten dan murid kesayangan istri Yoshitaka yaitu Ayane. Mohon maaf saja, tetapi saya merupakan seseorang yang paling benci dengan perselingkuhan, jadi meskipun sebenarnya Hiromi ini keadaanya juga lumayan menyedihkan, saya tetap tidak bisa bersimpati padanya.
Sedangkan karakter favorit dalam novel ini tentu saja Si Profesor Yukawa atau beberapa karakter menyebutnya sebagai Galileo Sensei. dia ini karakternya cerdas, penuh teka-teki dan tentu saja sangat objektif wkwkw. Oh ya, Utsumi juga lumayan suka sih saya sama karakternya, berkat pengamatannya yang sangat detail, pemikirannya yang out of the box dan berkat kengeyelannya, kisah ini menjadi sangat menarik dan membuat saya penasaran sampai akhir. Saya mulai membaca buku ini pada tanggal 10 Oktober 2021 dan rampung pada 16 Oktober 2021.
Berikut sedikit ulasan yang mungkin tidak berarti ini, sampai ketemu pada petualangan selanjutnya

0 Komentar