Okay mari kita mulai dengan buku pertama dari series ini yaitu The Poppy War atau versi translate gramedianya adalah Perang Opium. Berikut adalah sedikit informasi terkait dengan buku ini :
Judul Buku : The Poppy War (Perang Opium)
Penulis : R.F. Kuang
Alih Bahasa : Meggy Soedjatmiko
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Hlm : 568 hlm, 23 cm
Blurb buku :
Semua orang terkejut ketika Rin berhasil masuk Sinegard, akademi militer elite di Kekaisaran Nikan. Tetapi, kejutan tidaklah selalu menyenangkan.Karena dianggap anak kampung miskin, Rin jadi bulan-bulanan. Apalagi karena ia perempuan. Dalam keadaan putus asa, Rin mendapati dirinya ternyata memiliki kekuatan supernatural yang mematikan—syamanisme. Di bawah bimbingan guru yang dianggap gila, Rin jadi tahu bahwa dewa-dewa yang selama ini dikira mati, ternyata masih hidup.
Kekaisaran Nikan hidup damai, namun bekas penjajahnya, Federasi Mugen, terus mengintai. Kekuatan syamanisme Rin mungkin satu-satunya yang bisa menyelamatkan rakyat, tapi semakin ia mengenal sang dewa Phoenix yang memilihnya, dewa penuh kemurkaan dan dendam, semakin ia khawatir.
Memenangi perang mungkin harus dibayarnya mahal dengan sifat kemanusiaan.
Dan mungkin semuanya sudah terlambat.
okay, pertama mari saya coba rangkumkan sedikit bagaimana plotnya (seingatku saja ya guys wkwkw)
Fang Runnin atau disingkat Rin, adalah seorang anak adopsi keluarga Fang yang tinggal disebuah kota bernama Tikany di Provinsi Ayam; salah satu dari dua belas provinsi di Kekaisaran Nikan. Mayoritas penduduk Tikany merupakan petani. Keluarga Fang sendiri mengelola sebuah toko namun selain itu juga menjalankan sebuah bisnis ilegal yaitu penyelundupan opium. Runnin hidup dibawah belas kasian keluarga Fang, jelas hidupnya bisa dikatakan tidak menyenangkan. Hingga pada suatu hari, Bibi Fang (ibu angkat Rin) memutuskan untuk 'menjual' nya lewat embel-embel pernikahan. Rin yang sangat menolak pernikahan ini memutuskan untuk menemui seorang Guru di Tikany, yang biasanya mengajar murid-murid yang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian Keju (semacam ujian negara). Rin pun mengincar Akademi Sinegard sebagai akademi yang ingin ditujunya, karena Akademi Sinegard tidak memungut biaya sepeserpun, selain itu juga memberikan prospek pekerjaan yang menjanjikan bagi lulusannya.
Akademi Sinegard adalah sebuah akademi militer dengan tingkat penerimaan paling sulit. Sinegard hanya menerima murid dengan hasil ujian tertinggi dari masing-masing provinsi. Dengan tekat, pengorbanan dan perjuangan yang sangat tidak mudah, Rin si gadis kampung lolos sebagai peserta ujian dengan nilai tertinggi dari Provinsi Ayam yang kemudian membawanya menuju Sinegard. Dan dari sanalah, semua penderitaan dalam hidupnya bermula.
Di Sinegard ia mengalami bullying baik dari teman sesama murid maupun dari para guru. Karena bagi mereka kehadiran Rin di Akademi itu mustahil dan sangat tidak masuk akal. Hal ini karena Sinegard biasanya diisi oleh anak-anak kaya, anak para bangsawan, anak para saudagar yang punya privelege untuk mendapatkan pendidikan sejak dini. Yah, tapi seperti semua hal di dunia ini, tidak semuanya buruk, selalu ada hal yang baik. Rin mendapatkan teman, guru yang baik kepadanya dan juga kekuatan hebat sekaligus menakutkan. Dia pada akhirnya juga menemukan sosok yang ia kagumi secara romantis. Ialah Altan Trengsin, si bocah keturunan kaum Speer terakhir. Si jenius yang mahir dalam segala hal.
Belum selesai masa studi Rin di Sinegard, ketegangan politik baik dari dalam dan luar kekaisaran Nikan pun memuncak. Hingga pada akhirnya Federasi Mugen yang telah lama menjadi musuh bebuyutan Kekaisaran Nikan, memutuskan untuk sekali lagi melakukan invansi besar-besaran. Perang tak terelakkan, kekacaun, pembunuhan dan segala kekejian yang selalu menyertai sebuah perang pun datang menghantam Nikan bagai badai yang tak dapat dihentikan. Rin bersama seluruh murid dan para guru di akademi pun satu-persatu dipanggil untuk terjun ke dalam peperangan. Hal ini menjadi sebuah mimpi buruk bagi Rin dan murid-murid lain yang belum siap secara mental maupun fisiknya. Meskipun mereka telah diajarkan tentang perang, strategi, permainan politik dll, tetap saja terjun secara langsung tentunya menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda.
Situasi perang semakin memanas. Rin pun menemukan kekuatannya. Namun karena kekuatan itulah ia kemudian dibuang ke divisi 13 yang dianggap memiliki reputasi buruk dikalangan prajurit Nikan. Divisi yang berisi kumpulan anak-anak aneh pengguna opium. Satu persatu teman dan rekan Rin harus kehilangan nyawanya. Ditengah keputusasaan, Rin beserta dengan komandannya mengambil sebuah keputusan besar yang bisa membawa mereka menuju kemenangan dan juga kebinasaan. Seperti kisah peperangan pada umumnya, tentu saja tidak lengkap tanpa adanya seorang penghianat. Siapakah penghianat yang menjadi sumber kesengsaraan Nikan?
Nah seperti itu lah gambaran plot dalam buku ini gaesss, semoga tidak terlalu banyak memberikan spoiller 😜
Beberapa tokoh yang ada dalam novel ini :
Fang Runnin, our main character yang bagiku memiliki nasib paling tragis dibandingkan karakter utama lain yang pernah ku tahu. Hidupnya tidak mudah, kayaknya dia ambil pilihan hidup manapun si Rin ini tidak mendapatkan sedikitpun kebahagiaan. Even her so called power bought her too many suffering, sorrow and madness. Penderitaan dan kesedihan yang bertubi-tubi ini lah yang pada akhirnya membentuk karakter Runnin menjadi agak masokis, emosian,naif, egois dan pendendam. Dia adalah karakter yang memiliki banyak 'kecacatan', namun anehnya hal tersebut juga sangat logis. Saat membaca kisahnya, kita akan bersimpati dan bisa jadi membenarkan setiap tindakan tidak terpujinya. I even wish she would just died, sangking gak teganya wkwkwk
Altan Trengsin, Fang Runnin love interest. Altan digambarkan sebagai anak jenius yang jago berperang. Dia seperti mesin pembunuh yang dibuat oleh Kekaisaran. Dikatakan sebagai keturunan Speer terakhir. Memiliki kekuatan memanggil Dewa yang di puja rakyat Speer. Terlihat agak dingin, tegas namun juga terlihat sangat menyedihkan secara bersamaan.
Yin Nezha, Fang Runnin sworn enemy. Nezha digamparkan sebagai sosok yang sangat rupawan secara fisik, namun secara kepribadian big no wkwkw. Dia ini mengingatkanku akan Draco Malfoy. Meskipun bersifat jahanam, sombong, tinggi hati dan sifat jelek lainnya, kita tidak bisa untuk tidak memiliki ketertarikan padanya. Dia merupakan anak dari seorang panglima perang. Dia nih biang kerok dari bullying yang harus dialami Rin di akademi. Tapi tenang gaess, nanti dia mengalami perkembangan karakter kok, yang menjadikannya sedikit manis wkwkwk
Chen Kitay, Our good boy dan bestienya Rin satu-satunya di akademi. Kalau ketiga karakter diatas menderita dan bersifat jahannam maka Kitay adalah karakter yang baik hati. Datang dari keluarga kaya, pintar dalam ilmu pengetahuan, loyal dan tidak memandang orang lain berdasarkan ras, suku, kekayaan dll. Fix ya Kitay ini karakter favoritku (Kitay marry mweeeee 😗). Yang baik-baik ada di Kitay pokoknya.
Su Daji, sang Maharani yang memimpin Kekaisaran Nikan. Salah seorang anggota trifecta yang menyelamatkan Nikan dari perang opium sebelumnya.
Jiang Ziya, guru eksentrik dari jurusan Adat dan Pengetahuan di Akademi Sinegard. Yang memilih dan dipilih Runnin sebagai masternya. Yang membuat Rin menemukan kekuatannya.
dan karakter-karakter lain yang tidak ingin kesebutkan disini wkwkw
Apa yang kusukai dari novel ini adalah :
1. Tokoh-tokoh yang digambarkan dengan memukau. Kuang mampu menggambarkan emosi, konflik batin, dan pemikiran dari masing-masing tokoh lewat narasi ataupun dialog dengan sangat baik. Bahkan membuatku merasa seolah-seolah sedang menjadi tokoh itu sendiri.
2. Brutalitas dan bagaimana kejinya sebuah peperangan dideskripsikan dengan sangat detail dan eksplisit oleh penulis, sehingga kita sebagai pembaca mampu merasakan kengeriannya, rasa frustasinya dan bagaimana menderitanya menjadi warga sipil yang lemah, tidak memiliki kekuatan namun menjadi korban paling banyak dalam sebuah permainan politik para penguasa. Aku bahkan hampir nangis dan mual sewaktu salah satu teman perempuan Rin menceritakan bagaimana pengalaman dia saat diperkosa dan dijadikan tahanan pemuas nafsu para prajurit biadab Federasi Mugen. Like, sangat tidak manusiawi tetapi juga benar adanya (berdasarkan sejarah tentang perang, hal tersebut memang benar adanya).
Yang kurang aku sukai :
Karena aku baca versi terjemahan, maka bagiku terjemahannya diawal agak membingungkan. Waktu diceritakan si Rin lagi ikut Keju, diriku yang kapasitas otaknya terbatas ini jadi agak nge lag wkwkw kayak, HAH KEJUUUU? Keju yang dimakan itu, yang biasanya jadi topping martabak? 😱 karena tidak ada catatan kaki samsek, untung diriku ini sering nonton drama china jadi yah bisa lah membayangkan maksudnya wkwkwk. Terus ada beberapa kata yang aku baru pertama kali tahu seperti kata 'mendeklamasikan'
Beberapa kalimat menarik dari The Poppy War
"Dunia lebih sederhana saat semua yang ada adalah apa yang bisa kita lihat dan rasakan di depan kita. Lebih gampang untuk melupakan kekuatan-kekuatan tersembunyi yang mendasari kontruksi mimpi tersebut. Lebih mudah untuk mempercayai bahwa realitas ada hanya pada satu bidang." - hlm.218
"....siapa pun yang masih hidup, pihak itulah pemenangnya. Perang tidak menentukan siapa yang benar. Perang menentukan siapa yang tetap bertahan hidup." - hlm 256
"...Syaman seharusnya tahu kapan harus menolak kekuatan para dewa. Itu baru kebijaksanaan. Tapi para pemimpin harus melakukan apapun dalam kuasa mereka untuk menyelamatkan negrinya. Itulah tanggung jawab. Kalau kita yang memegang nasib negara di tangan kita, kalau kita sudah menerima kewajiban kita terhadap rakyat, hidup kita sudah berhenti menjadi milik kita sendiri." - hlm 348
0 Komentar