Penulis : Malik Al Mughis
Penerbit : Syalmahat Publishing
Tahun Terbit : Cetakan ke III, 2022
Jumlah Hlm : 178 Hlm
This book, probably the longest book in my currently reading list. Karena setidaknya aku butuh waktu sekitar 3-4 bulan buat selesaiin ini. Dan ini buku nonfiksi satu-satunya yang aku baca selama setengah tahun ini wkwkw tapiiii, to my surprise aku benar-benar menikmati proses bacanya. Jadi kan aku tuh baca buku ini nyicil per bab gitu kan, terus setelah selesai satu bab itu aku catat di post it dan kutempel diakhir bab pelajaran atau makna apa yang kudapatkan dari satu bab itu XD ternyata seruuu lo, sepertinya model begini lebih cocok buatku kalau baca buku non-fiksi daripada harus langsung selesaiin satu buku XD. Nah berikut ini beberapa hal yang dapat ku rangkumkan tentang isi buku ini, maaf kalau mengandung spoiler hehehe
***
Pernah gak sih kalian merasa benci dengan kehidupan kalian saat ini? Kok rasanya apa-apa yang kita impikan/inginkan gagal kita raih, rencana-rencana, goal-goals yang telah kita susun sedemikian rupa kok belum ada yang tercapai? merasa orang-orang yang dekat dengan kita tidak ada yang peduli? Kemudiaan kita jadi berprasangka buruk sama Allah karena tidak mau menerima ketetapan-Nya.
Tahu nggak, kalau yang demikian itu termasuk dalam perilaku Kufur Nikmat?
Apasih kufur nikmat itu? Kufur nikmat berarti mengingkari nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Kufur nikmat ini terjadi pada hamba yang Allah telah berikan kelebihan dalam hidupnya, namun ia tak mau mengakui bahwa nikmat itu ia dapatkan dari Allah. Akan tetapi, orang yang hidupnya menderita juga bisa terjebak dalam perbuatan kufur nikmat lo, yaitu apabila ia terlalu berfokus mengeluhkan apa yang tidak ia miliki, dan lupa mensykuri nikmat-nikmat yang telah ia miliki.
Secara umum kufur terbagi 2, yaitu : kufur besar (akbar) dan kufur kecil (asghar). Kufur besar adalah kufur yang bisa mengeluarkan seseorang dari agama islam. Ada beberapa penyebab kufur besar, antara lain :
1. Kufur yang disebabkan karena mendustakan kebenaran.
2. Kufur karena sombong.
3. Kufur karena keyakinan yang salah.
4. Kufur karena berpaling.
Sedangkan, kufur kecil (asghar) adalah kekufuran yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari islam. Termasuk dalam kufur kecil ini adalah kufur nikmat.
Adapun 4 hal yang harus kita waspadai agar tidak kufur nikmat adalah :
1. Sifat Sombong
Selama sifat ini masih ada, kita akan sulit lepas dari kufur nikmat.
2. Rasa Dengki
Hasad menghadirkan kebencian sehingga kita jadi sulit menerima nasihat kebenaran.
3. Amarah
Amarah membuat kita melihat sisi buruk hidup kita, tanpa mau mencoba menggali sisi baik dari hidup kita.
4. Mengumbar Syahwat
Orang-orang yang hidupnya dikendalikan syahwat, akan jauh dari ibadah dan hatinya jauh dari Allah SWT.
Lalu apa saja sih akibat buruk dari kufur nikmat ini?
1. Hati mengeras lalu tertutup dan mati. Jika hati telah mati, maka akan sangat sulit untuk mendapatkan hidayah.
2. Terjebak dalam istidraj. Istidraj adalah kesenangan yang Allah Ta'ala berikan tanpa keimanan dan ketaatan. Adapun istidraj membuat kita tidak mampu melihat dan mendengarkan kebenaran.
3. Mendapatkan adzab yang pedih.
4. Dimasukkan ke neraka.
Setelah kita tahu apa itu kufur nikmat, kemudian juga akibat buruk yang disebabkan olehnya kira-kira kenapa sih manusia itu susah dan sedikit sekali bersyukur ? didalam buku ini juga dibahas lo gaess lengkap dengan dalil dan firman-firman Allah dalam ayat-ayat Al-Qur'an, nah berikut ini adalah versi yang telah aku rangkum :)
Penyebab manusia sedikit sekali bersyukur :
1. Godaan kenikmatan dunia sering membuat lalai manusia.
2. Sifat tamak manusia yang seolah tak pernah puas.
3. Manusia lalai mengingat Allah. Selama manusia tak menyadari manusia itu berasal dan kemana dirinya akan kembali, maka ia pun akan selalu lupa untuk bersyukur.
Naaah, lantas bagaimana sih caranya membangun rasa syukur? berikut adalah beberapa cara yang direkomendasikan oleh penulis didalam buku ini :
1. Memanjatkan pujian-pujian bagi Allah SWT. Ucapkan Alhamdulillah atas semua kenikmatan.
2. Perbanyak shalat karena shalat merupakan bentuk syukur yang paling utama.
3. Meningkatkan ketaatan pada Allah.
4. Berterima kasih kepada manusia. Seperti dalam sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At Tirmidzi berikut :
"Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia tidak mensyukuri Allah." (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)
Apabila suatu saat nanti kita merasa terlalu banyak berkeluh kesah cobalah untuk mengingat hal ini :
Salah satu penyebab kufur nikmat adalah karena manusia sangat sering mendongak dan melihat dengan kagum ke atas, kepada orang-orang yang dianggapnya memiliki kelebihan dari dirinya, dalam hal kenikmatan duniawi. Sumber dari perasaan menderita dan kecewa atas hidup kita datang dari harapan kita yang terlalu besar, melebihi kemampuan kita. Ketidakmampuan mewujudkan harapan itu membuat kita jadi panjang angan-angan, akibatnya kita merasa sedih dan marah apabila yang kita angankan gagal terwujud.
Sebenarnya banyak sekali nikmat Allah yang kita lewatkan selama ini, yang luput dari perhatian kita. Mungkin karena sejak lahir kita terbiasa mendapatkan nikmat itu, sehingga kita jadi lalai untuk mensyukurinya, kita jadi beranggapan bahwa nikmat-nikmat itu merupakan hanya sebuah hal yang sudah biasa kita peroleh. Bila memang hidup kita di dunia ini tak seindah yang kita harapkan, maka berfokuslah mengejar akhirat. Insyaallah hati kita menjadi lebih tenang dan bahagia. Sebab. bukan kebahagiaan yang melahirkan rasa syukur tetapi rasa syukurlah yang melahirkan kebahagiaan ;)
"ALHAMDULILLAHILLADZI BI NI'MATIHI TATIMUSH SHALIHAT"
Segala puji hanya kepada Allah dengan segala nikmat-Nya, segala kebaikan menjadi sempurna.
0 Komentar