Colleen Hover | It End With Us

 


Judul buku    : It Ends With Us (Akhir Antara Kita)
Penulis          : Colleen Hoover
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama
Terbit            : 25 Februari 2019
Jumlah Hlm  : 484 Hlm

Berikut blurb buku nya :

    Semua bermula dari pertemuan tak sengaja di sebuah rooftop. Lily berusaha menenangkan diri setelah kematian ayahnya dan Ryle, dokter neurosurgeon tampan, mengaku sedang menepi dari tekanan pekerjaan. Sebagai dua orang asing yang tidak berencana bertemu lagi, mereka merasa nyaman saling berbagi kejujuran telanjang—cerita tentang luka masa lalu dan segala hal yang tidak pernah dibagi pada orang terdekat. 

    Beberapa bulan kemudian, takdir kembali mempertemukan Lily dan Ryle. Dengan mudah mereka menjadi pasangan yang nyaris sempurna dan penuh kebahagiaan. Kecuali satu hal: Ryle terlalu mencintai Lily hingga membuatnya sanggup memukuli kekasihnya hingga babak belur karena alasan cemburu.

    Kebanyakan orang bertanya-tanya dan menyalahkan, mengapa Lily tidak pergi saja dan

meninggalkan semuanya? Mengapa ia begitu naif memaafkan Ryle berulang kali? Mengapa ia bertahan dalam hubungan yang tidak sehat?

    Namun, mengapa tidak ada yang bertanya alasan Ryle tega berbuat abusif? Bukankah seharusnya segala tudingan diarahkan pada pria yang tidak mampu mengendalikan emosi sebagai alasan melakukan KDRT?

Lalu bagaimana hubungan ini harus diakhiri?

***
    Sebenarnya kenapa tertarik untuk baca buku ini tuh karena beberapa waktu lalu kan nih buku lagi trend banget, entah di instagram, di tiktok, di youtube muncul terus. Daaaan dari reviewnya ada yag suka banget sampe nangis-nangis, ada juga yang benciiii banget sampe emosi wkwkwk. Jadi aku memutuskan untuk download buku ini di gramedia digital untuk tahu sebenarnya seburuk apa sih sampe salah satu youtuber favorite ku tuh emosi banget pas baca ini XD. For me, ternyata ini ga seburuk itu sih sampe pengen banget ku dnf, tapi juga ga sampe yang bikin aku suka. Just okay lah ya (mau ku kasih rating 2.7 sebenarnya, tapi ku buletin 3 buat karakter Marshall yang menurutku paling mendingan dari semua karakter yang ada di novel ini wkwkwk).

Tapi memang, novel ini menurutku banyak banget mengandung hal-hal yang negatif (abusive relationship, toxic, domestic violence etc.. so becarefull if you want to read this one) tapi anehnya memang ada  beberapa hal yang relate. Btw, ini tuh membahas tentang KDRT kan seperti yang tertera di blurb buku, dan aku menjumpai dan menyaksikan sendiri seseorang yang masih mau bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasaan seperti itu. Bagi kita yang nggak pernah di posisi seperti ini mungkin akan bertanya-tanya kenapa sih nggak disudahi saja, kenapa menyiksa diri sendiri dengan tetap bertahan dan berjuang sedemikian keras. But gaesss, yang kayak gitu ga bisa diputuskan dengan mudah kan, banyak pertimbangannya, apa lagi kalau sudah ada anak. Dan yang kubilang relate tadi adalah hal ini dan di novel ini digambarkan dengan sangat nyata sama Mbak CoHo, Mungkin karena, ternyata cerita ini terinspirasi oleh kisah hidup ibunya Mbak CoHo sendiri.

Meskipun aku ga benci sama novel ini, namun ada beberapa hal yang ingin aku mention karena menurutku agak kurang sreg aja, yaitu :

1. Nama karakter utama, Lily Blossom Bloom yg kebetulan juga suka berkebun dan punya toko bunga 🤣 . Habis gitu punya suami namanya Ryle dan keponakan yg dinamai Rylee. Kemudian anak nya dia kasih nama Dory sebagai nama tengah (iyaaa, terinspirasi dari Dory si Ikan (  ̄▽ ̄)). Terdengar cringe bukan, tapi mungkin dengan nama-nama ini lah Mbak CoHo ingin menyelipkan komedi.

2. Kalau tidak salah ingat, disemua chapter ada kemunculan Ellen Degeneres karena ya Lily curhatnya sama Mbak Ellen. Keknya nama Ellen lebih sering muncul dari pada karakter pendukung lain. Aku pernah baca betapa kontroversialnya si Ellen ini, jadi No, Lily! I dont like you, we can't be a friend !

3. Pada scene flashback, diceritakan bahwa Lily dan Atlas having seggs, padahal pada saat itu si Lily masih dibawah umur. Ya ya, aku tahu kalau di mamarika sana memang pergaulannya super bebas, tapi kan tetap saja hal ini adalah sesuatu yg ilegal. Menurutku agak kurang pas saja kalau Mbak CoHo memasukkannya disini.

4. Buanyak sekali seggs scene antara Lily dan Ryle. Kek setiap ketemu mereka tuh kegiatannya ya begituan wkwkwk bahkan si Ryle ini bisa tiba-tiba datang mohon-mohon supaya si Lily ini mau di wikwik sama dia, dan ini laki satu rela mengetuk 29 pintu apartement buat nyari keberadaan Lily. Ewww, ga romantis sama sekali, malah jyjyk akyu sama kamu Mas Ryle ! 😒  jadi buat kalian yang masih bau kencur, jangan sentuh buku ini. Aku aja yang sudah tuwir dan cukup umur ini megap-megap 😂

5. Perbincangan pra nikah yang dilakukan Lily dan Ryle yang kurang faedah. Mereka ini ceritanya lagi dipesawat karena buru-buru mao nikah, dan Lily  memutuskan mengobrolkan hal-hal terkait masa depan mereka. Ya oke, mereka ngobrolin masalah kemungkinan apakah akan punya anak, terus pemisahan penghasilan juga. Tapi beda dengan Lily yang bahasannya berbobot, si Ryle malah cuma minta Lily janji untuk ikut pemilu dan gak boleh vegan, ewww keliatan dia ini ga siap berumah tangga 😏 (dia cuma mau wikwiknya doang #slap) 

Inilah kawand, kenapa obrolan pra nikah itu penting. Supaya kita bisa melihat dan mengenali orang yang akan seumur hidup bareng kita ( kata buku² sih, soalnya aku masih jomblo 😂) dan ga boleh terburu-buru memutuskan.

6. Karakter utamanya semuanya red flag 😵

Mungkin sekian aja yang bisa aku catat, kalau aku ditanya apa hal yg paling ku sukai dari novel ini, jawabannya adalah endingnya. Not perfect ofc, but okay lah 😄 Maaf kalau ini mengandung sop iler ya gaesss

Melihat betapa traumanya aku dengan buku ini, maka aku tidak akan baca buku Mbak CoHo yang lain. Karena dari yang kubaca-baca, semua novel Mbak CoHo ada unsur kekerasannya begini, seolah-olah abusive relationship itu uwu 😑

Posting Komentar

0 Komentar